Ringkasan Buku “Knowing God”

Posted on Posted in Bacaan Rohani

Penulis: J.I. Packer

Bab 1: Telaah Tentang Allah

C.H. Spurgeon pernah berkata bahwa merenungkan tentang Allah adalah topik yang begitu luas bagi manusia sehingga seluruh pikiran kita hilang dalam kebesarannya dan terbenam dalam ketidakterbatasannya. Keterbatasan manusia dalam merenungkan tentang Allah inilah yang akan membuat manusia menjadi rendah hati. Selain membuat pikiran kita menjadi rendah hati, topik tentang Allah ini juga memperluas pikiran kita. Orang yang sering memikirkan tentang Allah akan memiliki pikiran yang lebih luas daripada orang yang sekedar menyelidiki dunia yang sempit ini. Selain membuat rendah hati dan memperluas pikiran, merenungkan tentang Allah juga sangat memberikan penghiburan. Bagi mereka yang terluka, yang berdukacita, yang sedang dalam kekhawatiran dan pencobaan, merenungkan tentang Allah dan kuasa-Nya inilah merupakan penghiburan bagi mereka.

            Pada masa Spurgeon, kita tahu, orang-orang memandang teologi sebagai sesuatu yang menarik, namun pada jaman sekarang banyak orang yang memandang teologi sebagai sesuatu yang membosankan. Menurut J.I. Packer, orang yang memandang teologi sebagai sesuatu yang membosankan adalah orang yang beranggapan bahwa sifat dan karakter Allah akan tidak praktis dan tidak relevan untuk kehidupan ini. Padahal mengenal Allah merupakan hal penting untuk menjalani hidup kita. Kita juga sedang bersikap kejam terhadap diri sendiri, jika kita berusaha hidup di dunia ini tanpa tahu apa pun tentang Allah yang menjadi pemilik dan pemelihara dunia ini. Meskipun ketika kita memulai telaah tentang Allah kita memulainya di dalam badai, karena doktrin tentang Allah merupakan pusat keributan saat ini, kita harus tetap memulainya. Ada 5 prinsip dasar pengetahuan tentang Allah yang dimiliki orang Kristen yang akan menentukan arah dari telaah tentang Allah.

  1. Allah telah berbicara kepada manusia, dan Alkitab adalah firman-Nya, yang diberikan kepada kita untuk membuat kita bijak dan menuntun kita menuju keselamatan.
  2. Allah itu Tuhan dan Raja atas dunia yang Ia ciptakan.
  3. Allah itu Juru Selamat, menyatakan kasih-Nya melalui Tuhan Yesus Kristus menyelamatkan orang yang percaya dari kuasa dosa.
  4. Allah adalah Tritunggal; dalam tiga pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Karya keselamatan merupakan tindakan ketiga pribadi tersebut secara bersama-sama.
  5. Kesalehan berarti menanggapi penyataan Allah dengan kepercayaan dan ketaatan, iman dan penyembahan, doa dan pujian, penyerahan diri dan pelayanan.

Dengan diterangi prinsip-prinsip ini, kita akan menyelidiki secara teliti apa yang dinyatakan Alkitab tentang sifat dan karakter Allah yang sedang kita bicarakan.

            Dalam buku ini, J.I. Packer akan membahas ke-Allah-an Allah, kualitas keillahian yang membuat Allah berbeda dengan manusia dan menandai perbedaan dan jarak antara Pencipta dengan ciptaan-Nya; seperti kualitas keberadaan-Nya, ketidakterbatasan-Nya, kekekalan-Nya, dan sifat-Nya yang tidak berubah. Selain itu, buku ini juga akan membicarakan tentang kuasa Allah: keperkasaan-Nya, kemahatahuan-Nya, kemahahadiran-Nya. Juga akan dibahas tentang kesempurnaan Allah: kekudusan-Nya, kasih dan kemurahan-Nya, kebenaran-Nya, kesetiaan-Nya, kebaikan-Nya, kesabaran-Nya, dan keadilan-Nya. Semua ini akan menolong kita untuk memahami hal-hal apa yang menyenangkan Allah, hal-hal yang melukai Allah, hal-hal yang membangkitkan murka-Nya, dan hal-hal yang memberikan kepuasan dan sukacita bagi Dia.

            Sebelum memulai pembahasannya, penulis mengajak kita untuk bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah tujuan dan target tertinggi yang ingin dicapai dari pembahasan tentang Allah? Apa yang ingin saya lakukan dengan pengetahuan saya tentang Allah, setelah saya mendapatkannya? Karena jika kita mencari pengetahuan teologis demi pengetahuan itu sendiri, hal itu akan berakibat buruk bagi kita. Pengetahuan itu akan membuat kita menjadi sombong dan besar kepala. Kita akan memandang diri sebagai seseorang yang berada di atas orang-orang Kristen lain dan kita akan memandang rendah orang-orang yang ide-ide teologinya masih mentah dan tidak memadai. Kita perlu menjaga hati dari sikap semacam itu dan berdoa agar terhindar dari sikap seperti ini. Tujuan kita dalam mempelajari ke-Allah-an haruslah untuk mengenal Allah dengan lebih baik. Fokus kita adalah untuk memperluas pengenalan kita, bukan sekedar mengenal doktrin-doktrin tentang atribut Allah, melainkan mengenal Allah yang hidup yang atribut-Nya kita pelajari. Tuhan yang harus menjadi tujuan yang kita capai. Karena untuk maksud itulah penyataan atau wahyu itu diberikan Tuhan kepada kita.

            Setiap kebenaran yang kita pelajari tentang Allah haruslah kita mengubahnya menjadi perenungan di hadapan Allah. Untuk mengubah setiap kebenaran tentang Allah yang kita pelajari menjadi perenungan di hadapan Allah, maka kita harus memiliki aturan sehingga perenungan kita di hadapan Allah akan memimpin doa dan pujian kita kepada Allah. Aturan tersebut adalah sebuah meditasi. Meditasi adalah kegiatan mengingat, memikirkan, berdiam diri, dan menerapkan bagi diri sendiri berbagai hal yang diketahui seseorang tentang karya, jalan-jalan, dan tujuan-tujuan serta janji-janji Allah. Meditasi merupakan kegiatan pikiran yang kudus, yang dengan sadar dilakukan di hadapan Allah, di depan mata Allah, dan dengan pertolongan Allah, sebagai sarana komunikasi dengan Allah. Tujuan dari meditasi ini adalah untuk memperjelas visi mental dan rohani seseorang tentang Allah, dan membiarkan kebenaran-Nya memiliki dampak yang penuh dan tepat terhadap pikiran dan hati seseorang. Pada saat kita merenungkan keagungan dan kemuliaan Allah dampaknya selalu menjadikan kita rendah hari dan menyadari ketidakberartian dan keberdosaan kita, dan untuk mendorong kita kembali ketika merenungkan kekayaan, kemurahan Allah yang tidak terselidiki yang dinyatakan dalam diri Tuhan Yesus. Allah menolong kita untuk menerapkan pengetahuan tentang Allah sehingga kita “mengenal Tuhan” dalam kebenaran.

~~~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *