Perjumpaan yang Mengubahkan

Posted on Posted in renungan

Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 4:15-30

Peristiwa perjumpaan seorang perempuan Samaria dengan Yesus di pinggir sumur Yakub adalah suatu perjumpaan yang mengejutkan banyak orang, karena Yesus tidak berbuat seperti kebiasaan orang Yahudi pada umumnya yakni menghindari perjumpaan dengan orang Samaria. Tetapi Tuhan Yesus justru mendekati perempuan Samaria untuk bercakap-cakap dengannya.

Perenungan firman Tuhan pada pagi hari ini akan mengangkat 3 hal dari perjumpaan yang mengubahkan.

  1. Perjumpaan yang tidak mengubahkan.

Pengalaman saya dari sejak awal melayani pekerjaan Tuhan sampai saya menjadi hamba Tuhan, banyak hal yang saya lihat yaitu orang percaya yang sudah dibaptis tetapi kehidupannya tidak ada perubahan yang signifikan.

Sedangkan perempuan Samaria ini berjumpa Yesus satu kali dan hidupnya berubah sejak itu. Apakah Yesus pilih kasih, hanya orang-orang tertentu saja yang diubahkan?

Pasti jawabnya tidak, gak mungkin Yesus pilih kasih, ada anak emas, anak perak atau anak perunggu.

Greg Ogden dalam bukunya “Transform Discipleship” mengatakan : bagaimana menjadi murid Kristus akan mengubah hidup saudara dan saya. Kita tidak cukup hanya menjadi orang Kristen akan tetapi kita harus menjadi murid Yesus.

Tuhan Yesus katakan : “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Matius 16:24)

Kata Kristen hanya disebut 3 kali dalam Alkitab tetapi kata menjadi murid ada tertulis banyak di dalam Alkitab.

Ayat 15 : Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

Ayat 16 : kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”

Sepertinya jawaban yang tidak nyambung dengan permohonan perempuan Samaria yang meminta air itu. Tuhan Yesus sedang membicarakan hal rohani namun perempuan Samaria memikirkan air untuk kebutuhan jasmani. Tuhan Yesus tahu apa latar belakang dari perempuan Samaria ini. Ada dosa yang disembunyikan.

Perempuan Samaria ini tidak merasa kesal karena latar belakangnya dibuka oleh Tuhan Yesus, melainkan membuka hatinya untuk diubah. Kekristenan palsu adalah Kristen yang tidak mau berubah. Orang Farisi dan Saduki saat ingin dibaptis oleh Yohanes pembaptis dikatakan sebagai keturunan ular beludak karena punya motif yang lain dan bukan untuk bertobat.

(baca Matius 3:7).

  1. Dibersihkan dari dosa oleh air hidup

Pertobatan (repentance) artinya balik arah 180 derajat. Mengaku telah berdosa terhadap Tuhan. Pengakuan (to confess), arti sebenarnya dari bahasa Yunani adalah “setuju dengan”. Saat perempuan Samaria ini mengaku dosa.

Ayat 21 : Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

Ayat 24 : Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Marilah kita pikir ulang, apakah pemahaman dan pengenalan kita akan Tuhan Allah sudah benar, seperti perempuan Samaria ini?

“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” (Ibrani 4:7)

  1. Mesias / Kristus sudah datang.

Yohanes 4:25-26 : Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”

Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

Ketika perempuan Samaria ini tahu siapa Yesus yang sebenarnya, ia meninggalkan tempayannya dan pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ tentang perjumpaannya dengan Yesus.

 

Sebagai penutup, mari kita baca Mazmur 51 : 3-6:

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,

hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,

dan tahirkanlah aku dari dosaku!

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,

aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa

dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,

supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu,

bersih dalam penghukuman-Mu.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Ringkasan khotbah Minggu, 03 November 2019 oleh Pdt. Rendy Tirtanadi, M. Th. dan diringkas oleh Bpk. Beben.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *